Jonggat, Senin 13 April 2026 — Camat Jonggat, Hj. Lale Anys Fajriani, AP., M.Si., bersama seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Jonggat dan Kepala Puskesmas (Kapus) Ubung secara resmi menerima kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu dari Poltekkes Kemenkes Mataram Tahun 2026. Kegiatan penerimaan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi serta kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Program KKN Terpadu Poltekkes Kemenkes Mataram Tahun 2026 merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat yang dirancang secara terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan. Program ini menjadi bagian dari sinergi strategis antara Poltekkes Kemenkes Mataram dengan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan.

Adapun fokus utama kegiatan KKN Terpadu ini meliputi percepatan pencapaian Zero Stunting, peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap, serta penguatan upaya promotif dan preventif melalui skrining penyakit KJSU berbasis masyarakat. Pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga partisipatif dengan melibatkan peran aktif masyarakat, kader kesehatan, serta aparatur desa dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Camat Jonggat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan KKN Terpadu tersebut. Beliau menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan edukasi, inovasi, serta solusi terhadap berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Camat juga berharap para mahasiswa dapat menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat sehingga program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Camat Jonggat juga mengajak seluruh Kepala Desa dan unsur tenaga kesehatan, khususnya pihak Puskesmas Ubung, untuk memberikan dukungan maksimal kepada para mahasiswa selama masa pengabdian. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting dalam mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan, terutama dalam penanganan stunting yang masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Sebanyak 80 mahasiswa KKN Terpadu diterjunkan dan disebar di delapan desa yang ada di Kecamatan Jonggat, masing-masing sebanyak 10 orang di setiap desa, yaitu Desa Labulia, Desa Pengenjek, Desa Ubung, Desa Bonjeruk, Desa Bunkate, Desa Sukarara, Desa Puyung, dan Desa Jelantik. Selama masa pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, pendampingan keluarga berisiko stunting, peningkatan pelayanan posyandu, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pelaksanaan skrining penyakit tidak menular sebagai langkah deteksi dini.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan pemetaan masalah kesehatan di masing-masing desa serta menyusun program intervensi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, hasil dari kegiatan KKN ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kehadiran Kepala Desa se-Kecamatan Jonggat dan Kapus Ubung dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program KKN Terpadu. Sinergi yang terbangun antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta institusi pendidikan diharapkan dapat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Poltekkes Kemenkes Mataram dan Pemerintah Daerah Provinsi NTB, khususnya di Kecamatan Jonggat. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan, sekaligus memperkuat peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkualitas di masa yang akan datang.